Minggu, 17 Maret 2013

"Sepuluh Keistimewaan Ilmu Dibandingkan Harta"

Orang2 khawarij pernah menguji kecerdasan Ali bin Abi Thalib rodiyaLLahu 'anhu dengan mengajukan sepuluh orang untuk bertanya satu pertanyaan yang harus dijawab Ali r.a dengan jawaban yang berbeda. Pertanyaan mereka adalah "Wahai Ali, istimewa manakah antara ilmu dan harta?" Berikut adalah jawaban sahabat yang dijuluki Nabi SAW sebagai "Gerbang Ilmu" itu :


1. Ilmu lebih istimewa daripada harta sebab ilmu adalah warisan para nabi, sedangkan harta adalah warisan Qarun, Haman dan Fir'aun.

2. Ilmu lebih istimewa daripada harta sebab ilmu selalu menjagamu sedangkan engkau harus menjaga harta milikmu.

3. Ilmu lebih istimewa daripada harta sebab orang berilmu banyak kawan sedangkan orang kaya banyak musuh.

4. Ilmu lebih istimewa daripada harta sebab ilmu bila diinfakkan (diajarkan) akan semakin bertambah, sedangkan harta bila diinfakkan akan semakin berkurang.

5. Ilmu lebih istimewa daripada harta sebab orang berilmu dipanggil dengan sebutan mulia, sedangkan orang berharta dipanggil dengan sebutan hina.

6. Ilmu lebih istimewa daripada harta sebab ilmu tidak perlu dijaga sedangkan harta minta dijaga.

7. Ilmu lebih istimewa daripada harta sebab orang berilmu dihari kiamat akan diberi syafaat sedangkan orang berharta dihari kiamat akan dihisab dengan berat.

8. Ilmu lebih istimewa daripada harta sebab ilmu dibiarkan saja tidak akan pernah rusak sedangkan harta dibiarkan pasti berkurang (bahkan bisa habis karena untuk makan).

9. Ilmu lebih istimewa daripada harta sebab ilmu memberikan penerangan di hati sedangkan harta dapat memberikan kerusakan di dalam hati (seperti menimbulkan sifat takabur, pamer dan kufur nikmat).

10. Ilmu lebih istimewa daripada harta sebab orang berilmu bersikap lemah lembut dan selalu berbakti kepada Allah, sedangkan orang berharta sering memiliki sifat takabur dan ingkar kepada Allah SWT.

So, marilah kita terus menimba ilmu sebagai sarana untuk menggapai ridho Allah SWT, baik dengan ilmu dunia lebih-lebih ilmu akherat. Kita niatkan mencari ilmu itu karena Allah SWT, bukan karena yang lain. Wallahu a'lam.

RENUNGKANLAH

Bila Anda kemudian merasa ada yang menipu, pikirkan, mengapa Allah biarkan sang penipu bisa masuk dalam kehidupan Anda, dan kemudian menipu Anda? Seakan-akan Anda dibiarkan Allah. Bukankah Allah Maha Melindungi? Bukankah Allah Maha Menolong? Sadari kalau Anda memang salah, tidak diambil oleh si penipu itu pun, harta Anda tetap akan hilang. Pertemuan Anda dengan si penipu, hanya menjadi titik koordinat dari sebuah takdir yang sudah Anda pilih sendiri.

Bila Anda sakit, pahami dulu apa makna dari sakit yang Anda rasakan. Setelah Anda paham mengapa Anda sakit, dan paham apa pesan dari rahasia Allah menjadikan Anda sakit, insya Allah Anda akan menemukan rahasia di balik sakitnya diri Anda. Bila Anda mempunyai hutang, entah itu akibat bisnis yang morat-marit, atau akibat satu dua hal yang lainnya, muhasabahlah dan muhasabahkan dulu diri sendiri. Jangan-jangan memang Allah sedang meng-istidrajkan Anda. Dulu ketika jaya tiada ingat Allah, tiada ingat shalat, tiada ingat zakat, tiada ingat sedekah. Sehingga kemudian Allah mencabut beragam nikmat, dan Allah gantikan dengan beragam prahara.

Semoga Allah melindungi kita, dan mengampuni semua kesalahan dan keburukan kita. Aamiinn...